Masih jalanin follow unfollow buat ningkatin follower instagram? Kira-kira seberapa efektif? Apakah follow unfollow masih efektif? Saran saya gak usah lagi deh.

Lho kenapa? Bukannya kemarin-kemarin malah nyaranin?

Memang, salah satu cara agar IG kita mendapatkan banyak interaksi di Instagram adalah dengan follow unfollow, dan saya sering saranin itu ke temen-temen pemain instagram. Selain juga upload konten yang bermanfaat

Follow unfollow itu sederhananya kita ‘colek’ orang lain agar kita diperhatiin sama dia. Biar dia lihat rumah kita. Biar dia lihat siapa kita. Kan begitu..

Setelah dicolek, dia lihat kita menarik atau nggak. Kalau menarik, dia follow kita. Sebaliknya kalau nggak menarik, dianya balik badan.

Pertanyaannya, apakah IG kita cukup menarik?
Apakah kontennya bermanfaat bagi orang yang datang lihat IG kita? Apakah IG kita related dengan mereka yang mebetulan kita ‘colek’?

Jadi, sebenarnya permasalahan utama bukan di proses follow unfollow nya, tapi lebih ke arah perbaiki dulu kontennya, baru colek orang-orang untuk datang

Kalau nggak mending stop gak usah pakai Folunfol, karena percuma. Sampai seribu kali Folunfol pun kalau kontennya gak menarik, bakal gak ada yang follow 🙂

Ada 1 akun saya yang sudah melakukan proses ini selama berbulan-bulan, tapi hasilnya sangat minim, berbeda dengan akun-akun lainnya, kenapa? Setelah saya riset, ternyata konten ig saya tersebut tidak related dengan orang-orang yang saya follow. Percuma kan?

Jadi konten dan target market kita harus benar-benar spesifik dan sesuai, harus jadi satu kesatuan, karena itu yang akan berpengaruh besar pada hasilnya nanti

Selamat mencoba

Baitul Ulum

Related Posts

Jangan Follow - Unfollow lagi di Instagram