Baitul Ulum, orang biasa memanggil saya Ulum atau Baitul, ada juga yang memanggil saya Ahmad, mengambil nama kecil dari Muhammad.

Saya orang yang bisa dibilang paling semangat jika ngobrol masalah bisnis. Karena saya merasa banyak suka duka juga dalam wirausaha.

baitul ulum

Ketika dulu masih kuliah, saya menjual buku di kampus untuk membiayai kuliah. Meskipun waktu itu saya hanya berperan sebagai reseller, tapi saya berani membentuk tim reseller yang tersebar di seluruh kampus Jember. Jadi reseller yang rekrut reseller.

Setelah berjalan 3 tahun jadi bakul buku, saya mencoba pengalaman bisnis lain di bidang kuliner, saya bikin Warung Kopi Pisang Bakar. Bulan pertama saya untung, banyak pelanggan meskipun mayoritas temen sendiri, maklum mahasiswa. Bulan ke 2 untung, tapi mepet. Bulan ke-3 merugi meskipun sedikit. Bulan ke-4 rugi besar, karena yang datang ke warung temen-temen saya semua dan hampir setengahnya nggak bayar. Bulan ke-5 saya menyatakan ke publik bahwa warung kopi saya tutup sementara sampai waktu yang tidak tentu

Pernah berkali-kali gagal dalam berbisnis tidak menyurutkan semangat untuk terus mencoba. Sebenarnya impian saya dari dulu adalah bagaimana bekerja dari rumah, duit terus mengalir. Saya belajar digital marketing sejak tahun 2008, sejak zamannya bapak internet marketing kala itu Joko Susilo. Saya rutin baca ebooknya.

Sebenarnya saya sudah merasa benar-benar putus asa ketika bisnis saya gagal. Kerugian materiil iya, tapi yang lebih terasa menyakitkan ketika itu ialah bagaimana image saya di mata orang-orang. Mereka menganggap saya orang gagal. Udah kuliah belum lulus, bisnis juga nggak bener. Parah

Saya pasrahkan kondisi batin dan fisik saya total kepada Allah SWT. Karena saya yakin Allah memberikan cobaan kepada hambanya sesuai dengan kemampuannya. Saya yakin itu..

Alhamdulillah ternyata tidak butuh lama setelah saya lulus kuliah, kolega saya menawari saya untuk mengisi posisi manager di usaha bimbelnya. Saya terhenyuh, berarti temen saya tidak melihat kegagalan bisnis saya sebagai kegagalan yang sesungguhnya, tapi dia melihat integritas dan komitmen saya. Dan Allah membayar keyakinan dan do’a saya dengan amanah ini. Amanah yang membuat kebanggan tersendiri untuk saya, karena predikat LULUS PTN Tanpa jadi Pengangguran

Saya belajar manajerial di bimbel teman saya selama setahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka usaha online sendiri pada tahun 2012. Sebuah pelajaran yang sangat luar biasa bagi saya

Akhirnya pada tahun 2012 saya memberanikan diri untuk membuka bisnis lagi tapi sistemnya online. Saya membuka bisnis digital branding. Bermodalkan website landingpage, hari pertama launching sudah ada 13 calon klien yang tertarik menggunakan jasa saya. Senengnya minta ampun. Bagaimana nggak seneng, dulu nyari pelanggan kopi 2 orang aja susah. Sekarang begitu mudahnya orang-orang datang ke toko online saya, dan semua dari luar kota.

Alhamdulillah pada tahun yang sama, saya bisa menambah 5 karyawan untuk bisnis saya. Kantor yang awalnya di kamar kos, akhirnya bisa sewa ruko dua lantai. Sampai saat ini jumlah pelanggan saya sudah mencapai 3.500 an klien yang tersebar di Indonesia dan ada juga yang berasal luar negeri

Jadi, saya bisa mengambil pelajaran, apapun yang kita kerjakan sekarang, kita pasti akan menuai hasilnya kemudian. Waktu dan energi saya belajar digital marketing sejak 2007 membuahkan hasil. 

 

Salam

 

Baitul Ulum