SENGKETA MEREK INDONESIA

Sengketa Pendaftaran Merek di Indonesia, Bensu Hanya Salah Satunya

Ramai perbincangan di social media tentang kasus Ruben Onsu yang kalah gugatan pada sengketa kasus nama Bensu sebagai merek resto cepat saji ayam geprek. Kenapa bisa sampai kalah ? Sebenarnya ada beberapa sengketa merek terkenal di Indonesia, saya coba bahas di artikel ini
Kita ingat bagaimana dulu DC Comics kalah di meja hijau tatkala menggugat wafer Superman yang dianggapnya mendompleng nama dan logo dari Superman DC Comics, tapi gugatan itu kandas karena pengadilan memenangkan Wafer Superman yang dianggap tidak mengganggu teritori pendaftaran merek Superman, dan Wafer Superman tidak menggunakan illustrasi super hero Superman yang sama dengan DC Comics.
SENGKETA MEREK INDONESIA
Lexus Toyota juga pernah menggugat salah satu merek sepatu yang bernama ProLexus. Pihak Toyota merasa bahwa hanya mereka yang berhak menggunakan nama Lexus di Indonesia. Ternyata akhirnya Lexus harus gigit jari karena gugatan ini gagal karena ProLexus lebih dulu mendaftarkan mereknya pada tahun 2000, sedangkan Lexus Indonesia baru mendaftar pada tahun 2013. Tapi hal itu pun sebenarnya tidak mengganggu pasar masing-masing, karena Lexus dan ProLexus berbeda field usaha.
Begitu juga kasus yang tidak kalah heboh adalah gugatan Pierre Cardin yang menggugat Pierre Cardinnya Alexander Satryo Wibowo yang ternyata kandas, karena ternyata Pierre Cardin Indonesia lebih dahulu mendaftarkan mereknya pada tahun 1977. Mungkin terdengar lucu, tapi begitulah adanya, siapa yang pertama mendaftar HAKI, maka dia berhak mendapatkan legalitas penggunaan merek yang didaftarkannya. Tidak peduli siapa yang lebih besar
logo pierre cardin
Bensu juga sedikit banyak kasusnya hampir sama dengan kasus-kasus di atas. Benny Sujono meskipun sudah mendirikan usahanya sejak tahun 2017, tapi baru mendaftarkan merek I Am Geprek Bensu pada 24 Mei 2019 sebagai merek dagang. Sedangkan Ruben melayangkan gugatan pada PT. Ayam Geprek Benny Sujono di bulan September 2019. Itulah yang mempengaruhi keputusan MA untuk memenangkan PT. Ayam Geprek Benny Sujono, karena merek I Am Geprek Bensu lebih dulu terdaftar resmi sebagai merek dagang
Ruben Onsu dulu awalnya memang kerjasama dengan Benny Sujono pada usaha I Am Geprek Bensu, Ruben sebagai brand ambassadornya. Tapi kemudian Ruben memutuskan untuk membuat usaha sejenis dengan nama yang sama Bensu. Bukan kali ini saja Ruben bersengketa, dulunya juga pernah menggugat Bensu (Bengkel Susu) milik Jessy Handalim yang dianggap mendompleng nama besar Bensu untuk usahanya di Bandung. Tapi ternyata pada akhirnya malah ‘damai’, dan Jessy Handalim diputuskan sebagai pemilik sertifikat merek, sedangkan Ruben Onsu sebagai pembeli merek
Perlu dimengerti bahwa, hukum pendaftaran merek yang berlaku saat ini adalah ‘first to file’ atau siapa yang pertama kali berinisiatif untuk mendaftar, maka dia akan menjadi pihak pertama yang diurus atau ditangani mereknya.
Selain itu, prinsip teritori juga berlaku pada pendaftaran merek yang artinya perlindungan untuk sebuah merek hanya berlaku di negara tempat merek tersebut resmi didaftarkan. Artinya, perlindungan merek tidak berlaku di negara lain yang tidak didaftarkan.
Jadi, pelajaran yang bisa kita ambil adalah, ide tidak cukup hanya dengan kreatifitas, tapi juga harus cepat dan jeli dalam memanfaatkan peluang. Bisa saja PT. Ayam Geprek Benny Sujono kalah gugatan dari Ruben jika terlambat mendaftarkan mereknya. Kita juga harus teliti sebelum membuat nama merek, apakah di kemudian hari ada resiko bersinggungan dengan merek lain atau tidak, apakah nama yang kita gunakan sama dengan merek lain atau tidak, apakah ada usaha sejenis yang menggunakan nama yang mirip dengan kita, apakah desain logo dan warna kita benar-benar unik. Ini yang harus kita pikirkan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari

Related Posts

Sengketa Pendaftaran Merek di Indonesia, Bensu Hanya Salah Satunya